Monday, June 30, 2014

Hargailah Manusia karena Dia Manusia!


Hargailah Manusia karena Dia Manusia!

Akhlak yang mulia akan meninggikan posisi seseorang sehingga memiliki sifat yang rabbani. Lihatlah ketika ada jenazah orang Yahudi yang dibawa oleh orang-orang dan lewat di depan Nabi Muhammad Saw., maka beliau berdiri untuk menghormati jenazah tersebut.

Sahabat bertanya, "Bukankah lelaki itu adalah orang Yahudi, Wahai Rasullah?"

Beliau menjawab, "Bukankah dia juga manusia."

Begitulah Rasulullah Saw. mengajarkan untuk memuliakan manusia karena memang Allah sendiri yang mengatakan,

“Dan sungguh telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan lautan, Kami beri mereka rezki yang baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna di atas makhluk lain yang telah kami ciptakan” (Q.S. Al Israa’ : 70)

-Syekh Usama Sayyid Al-Azhari

Sunday, June 29, 2014

Kiat Mimpi Bertemu Rasul


Supaya bisa mimpi bertemu Rasulullah:

1. Membaca sirah beliau yang mulia, hidup dan berakhlak dengan akhlak dan perilaku beliau. Sirah Rasulullah adalah akhlak yang sempurna, paling tinggi dan paling baik.

2. Banyak membaca shalawat kepada Rasulullah, minimal 500 kali dalam sehari, yaitu

. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نُورِ الأَنْوَارِ. وَسِرِّ الأَسِرَارِ. وَتِرْيَاقِ الأَغْيَارِ. وَمِفْتَاحِ بَابِ الْيَسَارِ. سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُخْتَارِ. وَآلِهِ الأَطْهَارِ. وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ. عَدَد نِعَمِ الله وَأِفْضَالِهِ.
___________________________
FOTO:
Syaikh Yusri Rusydi al-Hasani mencium tangan gurunya; Syaikh Ali Jum'ah.

Saturday, June 28, 2014

[al-ihya] Tiga Tingkatan Orang Sabar

 
Imam Abu Hamid al-Ghazali -rahimahullah- berkata:

Orang sabar ada 3 tingkatan.

Pertama, meninggalkan syahwat. Mereka masuk derajat Taibiin (orang-orang yang bertaubat)

Kedua, menerima apa yang digariskan. Mereka masuk derajat Zahidin (orang-orang yang zuhud)

Ketiga, mencintai apa yang dikehendaki Tuhannya. Mereka masuk derajat Shiddiqin (orang-orang yang suka kebenaran).

Allahummaj'alnaa min at-taaibiin az-zahidiin as-shiddiiqiin. Amin.
_____________________________
FOTO: Guru Besar Akidah & Filsafat Al-Azhar Al-Syarif, Syaikh Thaha Hibbisyi, beliau salah satu dari sekian ulama Al-Azhar yang tunanetra.
Meski demikian, beliau aktif mengajar di serambi (istilahnya talaqi; di luar jam universitas). Salah satu majelisnya ialah al-Ihya' milik Imam Ghazali tiap malam Senin di Madyafah Syaikh Ismail Shadiq al-'Adawi.

Thursday, June 26, 2014

Tentang rasa malu


Tentang rasa malu, seorang yang shaleh bercerita:

Kami pernah keluar malam melewati sebuah pohon yang rimbun.

Tiba-tiba ada seorang laki-laki yang sedang tidur. Kepalanya ditutupi semak-semak. Kemudian, kami membangunkannya.

Kami bilang padanya, "Apakah kamu tidak takut tidur di tempat seperti ini, tempat yang banyak sekali hewan buas??"

Ia mengangkat kepalanya dan berkata, "Saya malu pada Allah jika saya takut dengan selainNya".

Ia kembali menyandarkan kepalanya dan melanjutkan tidurnya.[]

Wednesday, June 25, 2014

Abdullah adalah seorang Wali Qutub


Semua nabi adalah putera para nabi. Jika tidak maka bapaknya adalah seorang Wali Qutub di zamannya.

Nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam adalah putera Sayyidina Abdullah yang bukan seorang nabi, maka Abdullah adalah seorang Wali Qutub di zamannya.

Wali Qutub adalah seorang hamba Allah yang paling shaleh di antara hamba-hamba Allah yang lain, dan itu pasti ada pada setiap zaman.

-Syekh Yusri Rusydi

Tuesday, June 24, 2014

Kisah Pencari Kayu Bakar; Alhamdulillah & Astaghfirullah


Suatu hari, salah seorang tabi'in yang fakih bernama Bakr al-Muzani -rahimahullah- sedang berjalan.

Di depannya terdapat pencari kayu bakar yang mengulang-ulang dzikir: Alhamdulillah, Astaghfirullah.. Alhamdulillah, Astaghfirullah..

Bakr al-Muzani yang fakih bertanya, "Apa tidak ada yang lain, Pak?"

"Ada. Aku hafal quran dan tahu banyak dzikir. Tapi, manusia itu selalu berubah-ubah antara dua ini: dosa dan nikmat.

Aku istighfar dari dosa. Aku bertahmid atas nikmat.", jawab Si Pencari Kayu.

Tabiin yang fakih tadi menimpali, "Anda benar, Pak. Bakr ini yang jahil, dan Anda yang alim."
_____________________________
 
Foto Ilustrasi: http://bit.ly/1lfurhr

Monday, June 23, 2014

Mission Completed: "Qarafah; Kota Sejuta Nisan (Eps. 1)"

Alhamdulillah, puji syukur atas terselenggaranya event:
Ziarah Menyambut Ramadhan, dengan tagline:
"Qarafah; Kota Sejuta Nisan (Eps. 1)"

Semoga ziarah kali ini membawa berkah bagi semua Sahabat Sarkub Mesir, khususnya yang telah bersedia bergabung di lapangan.

Terima kasih untuk seluruh rekan-rekan yang telah memberi support baik dengan bergabung maupun sekadar sudi membagikan info; terima kasih khusus untuk Yai Ikhsan atas arahan-arahannya. Semoga di lain kesempatan tidak jera untuk kembali ziarah bersama Sahabat Sarkub Mesir sekalian.

Dokumentasi baik berupa gambar dan keterangannya segera menyusul di postingan selanjutnya.

Shollu ala Sidnannabi!
______________________________
Rekan-rekan yang mengumpulkan foto, catatan, atau reportase tentang perjalanan tadi; bisa mengirimkannya pada kami melalui pesan inboks atau langsung pada perorangan Tim Redaksi Fanpage Sarkub Mesir.

(Khusus foto; harap diberi watermark terlebih dahulu, apabila dirasa ingin tetap mempertahankan copyright atau sebatas kepuasan berkarya. Shokran!)

Nabi Dawud berkata pada Nabi Sulaiman



Nabi Dawud berkata pada Nabi Sulaiman -alaihimaassalam-:

Tiga hal yang bisa dijadikan petunjuk ketakwaan seorang mukmin:

- Berserah diri dengan baik di saat ia tak dapat mencapai sesuatu.
- Menerima dengan baik apa yang sudah ia dapatkan.
- Bersabar dengan baik atas apa yang sudah terlanjur terlewatkan.

Sunday, June 22, 2014

Kisah Syaikh Sya'rawi & Makam Sidna Hussein


Kisah Syaikh Sya'rawi & Makam Sidna Hussein
______________________________
Kulalui rumah-rumah, ya rumah-rumah milik Layla
Kuciumi dinding ini, juga dinding ini

Bukan pada rumah-rumah itu, aku mabuk cinta
Melainkan pada ia yang ada di dalamnya.

(Majnun Layla - Qays ibn al-Mulawwah)
______________________________
Syair ini mengingatkanku pada kisah Syaikh Sya'rawi dan Masjid Hussein.

Seorang yang tsiqqah (terpercaya), teman sekaligus guruku Dr. Muhammad Sa'd al-Masry.

Ia bercerita; suatu hari Syaikh Sya'rawi -rahimahullah- berziarah ke makam Sidna Hussein. Sesaat setelah pintu dibuka dan ia masuk untuk berziarah, Syaikh Sya'rawi menciumi dinding dan pembatas sekitaran makam.

Salah seorang lelaki di situ berdiri dan mempertanyakan atas apa yang dilakukan Syaikh Sya'rawi, "Anda orang yang alim! Tidak seharusnya Anda melakukan hal semacam ini! Ini hanya besi kenapa Anda menciuminya??"

Syaikh Sya'rawi menjawab dengan tenang, mengajaknya duduk untuk mendiskusikan hal tadi. Dimulailah percakapan mereka berdua.

Syaikh Sya'rawi mengawali, "Kita semua tahu, kulit (hewan) bisa dijadikan sepatu. Dengan sepatu itu kita menginjak banyak sekali najis. Tapi, saat kulit (hewan) dibuat sampul mushaf, hukumnya jadi lain. Jangan memegangnya kecuali kamu suci! ..."

Perbincangan terus mengalir sampai menjelang akhir.

Di akhir cerita, lelaki tadi merasa puas dengan dalil-dalil yang disampaikan selama perbincangan. Ia juga meminta maaf atas apa yang terjadi.

Salah satu adat orang Mesir untuk benar-benar bersalaman dengan penuh hormat ialah diikuti dengan mencium kepala lawan bicara. Si Lelaki mencium kepala Syaikh Sya'rawi.

Syaikh Sya'rawi berdiri dan marah tanpa ampun!

Si Lelaki bertanya bingung, "Kenapa Anda marah, Syaikh, saya kan tidak lagi membantah, malah saya sudah mencium kepala Anda???"

"Kata siapa kamu mencium kepalaku?? Kamu itu tadi mencium kopiah!", timpal Syaikh Sya'rawi.

"Bukan kopiah yang aku maksud, Syaikh. Maksudku itu yang ada di dalam kopiah.", jawab lelaki itu.

Syaikh Sya'rawi menyahut, "Aku juga bermaksud begitu. Bukan besi itu yang kumaksud! Yaa Sidna Hussein lah yang aku maksud.."[]

[Allahummaj'alnaa minal muntafi'ina bi 'ulumihi wa assaairina ala nahjih. Amin.]
______________________________
Diterjemahkan dari:
forum al7hewar.net [http://bit.ly/1qyKEBu]

Ziarah Menyambut Ramadhan (Qarafah Kubra Eps. 1)

Pamflet
Ziarah Menyambut Ramadhan (Qarafah Kubra Eps. 1)

Komunitas Sarkub Mesir akan mengadakan ziarah bersama dengan rincian sebagai berikut:

~Waktu: 10.00 Clt
~Hari: Senin, 23 Juni 2014

~Destinasi: QARAFAH KUBRA (ralat: lebih tepatnya tanpa Kubra, hanya Qarafah)

Lebih dari 20 makam ulama, Grand Syaikh Al-Azhar terdahulu, dan masih banyak lainnya.
____________________________________________
---[Keterangan lebih lanjut mengenai event dan daftar hadir, klik di sini [http://on.fb.me/1qqeiGI]---
____________________________________________
Ziarah kali ini tergolong istimewa sebab Qarafah Kubra merupakan areal pemakaman yang masuk dalam kategori terbesar, terluas seantero jagad.
____________________________________________
---[Simak artikel singkat dan film dokumenter di sini http://on.fb.me/1qqz9tu]---
____________________________________________
Untuk menemukan makam-makam tokoh tertentu pun bukan hal yang mudah sebab saking banyaknya nisan yang ada. Tak ayal, pemakaman ini dijuluki "City of The Dead" atau "Madinatul Mautaa".

Dalam sejarahnya, pemakaman ini menjadi destinasi wajib bagi para sejarawan yang mengembara. Ibnu Battuta pun memasukkan pemakaman ini dalam catatan perjalanannya.

Pelajar Al-Azhar al-Syarif yang belum pernah ke pemakaman ini, pantas memasukkannya dalam daftar destinasi wajib sebelum kembali ke tanah air.

Pada agenda Komunitas Sarkub Mesir kali ini, Sahabat Sarkub akan mendapat pengarahan dari salah satu putra bangsa yang memiliki pengetahuan luas terlebih mengenai tarekat, ulama sepuh, dan tentu; letak makam-makam yang bahkan banyak dari orang Mesir sendiri, kurang begitu mengetahuinya.
____________________________________________
---[Keterangan lebih lanjut mengenai event dan daftar hadir, klik di sini [http://on.fb.me/1qqeiGI]---
____________________________________________
Pak Ikhsan, begitu ia akrab dipanggil, sempat dihubungi oleh Syaikh Hisham Kamil, salah satu ulama muda Al-Azhar al-Syarif yang produktif menulis dan mengajar. Lebih menariknya lagi (tentang Syaikh Hisham), khusus untuk pelajar, beliau "mengharamkan" membeli buku-buku karangannya. Membeli; "haram" hukumnya sebab beliau menggratiskan bagi sesiapa pelajar yang menginginkannya. Demikian kata beliau suatu saat sembari bercanda.

Pak Ikhsan belum sempat mengiyakan ajakan Syaikh Hisham Kamil yang memintanya menunjukkan di mana makam Syaikh Baijury, salah satu ulama Al-Azhar terdahulu yang karangannya banyak tersebar seantero dunia, termasuk Indonesia.
____________________________________________
---[Simak artikel singkat dan film dokumenter di sini http://on.fb.me/1qqz9tu]---
____________________________________________
Pada kesempatan kali ini, Pak Ikhsan akan menawarkan pada Syaikh Hisham, barangkali beliau mempunyai waktu yang sesuai dengan agenda Sahabat Sarkub sekalian.

Bagaimana?
Tertarik bergabung dalam "ziarah menyambut ramadhan" ini?
Shollu ala Sidnannabi!

NB:
Keterangan lebih lanjut, silakan hubungi kami melalui pesan di fanpage. atau hubungi Contact Person yang tertulis. (Mu'hid Rahman, +2011 4432 8851).
________________________________
Daftar sebagian nama-nama ulama yang akan diziarahi:
1. Syekh Abdullah Asy-Syarqowi
2. Imam Al-Bajuri (Pengarang Kitab Hasyiyah Al-Baijuri)
3. Syekh Muhammad Abduh
4. Syekh Muhammad Al-Amir
5. Sayyidi Abdul Wahab Al-Afifi
6. Syekh Muhammad Al-Hifni
7. Syekh Abdu Robbuh Sulaiman
8. Syekh Ismail Shodiq Al-Adawi (Pendiri Madyafah depan Kampus)
9. Syekh Muhammad Zaki Ibrahim (Pendiri Asyirah Muhammadiyah)
10. Syekh Mustafa Al-Halabi
11. Syekh Jabir Al-Jazuli (Saudara Syekh Abdurrahman Al-Jazuli, Maroko)
12. Syekh Asy-Syabrawi
13. Syekh Muhammad Amin Al-Kurdi
14. Syekh Mustafa Bakri (Syekh Toriqoh Kholwatiyah di Mesir)
15. Makam Para Ulama Al-Azhar Asy-Syarif
16. Masjid Qeitbay dan Makam Raja Qeitbay
17. Al-Mujahid Al-Kabir ''Umar Makrom''
18. Kuburan Raja Ibrahim Basha
19. Syekh Sholih Al-Ja'fari
20. Syekh Al-Haddad
21. Syekh Abdur Rouf As-Sajini
22. Syekh Muhammad Al-Ahmadi Adh-Dhowahiri
[rodiyallahu anhum]

---[Simak artikel singkat dan film dokumenter di sini http://on.fb.me/1qqz9tu]---

---[Keterangan lebih lanjut mengenai event dan daftar hadir, klik di sini [http://on.fb.me/1qqeiGI]---

Saturday, June 21, 2014

Qarafah, The City of The Dead

Qarafah (Cairo Necropolis atau The City of The Dead) merupakan nama lain dari areal pekuburan. Nama Qarafah sendiri diambil dari nama kabilah di Yaman, yaitu Bani Qarafah. Penamaan areal pekuburan dengan nama ini dimulai sejak awal abad keempat Hijriah. Ketika itu, Bani Qarafah menjadikan areal pekuburan sebagai tempat tinggal. Sejak saat itu areal pekuburan dinamakan Qarafah.

Qarafah adalah taman surga, sebagaimana diriwayatkan oleh Baginda Nabi. Asal muasal Qarafah Kubra yang memanjang dari arah timur kota Fustat, dimulai dari masjid al-Fath ke arah kaki gunung Muqatam juga tidak terlepas dari adanya “wangsit” bahwa di daerah tersebut adalah taman surga. Adalah Muqauqis yang menyampaikan “wangsit” yang diterimanya kepada Amr bin Ash. Dari Amr bin Ash “wangsit” itu diwartakan kepada khalifah Umar bin Khatab. Tanpa panjang kata, Sang Khalifah memerintahkan Amr bin Ash untuk menjadikan areal tersebut; areal pekuburan. Daerah-daerah itu sekarang bernama Bathn el-Baqar, al-Basatin, Uqbah bin Amir, dan Tunsi.

Selain Qarafah Kubra, Kairo juga mempunyai areal pekuburan lain yang dinamakan Qarafah Shughra. Dinamakan Qarafah Shughra sebab arealnya tidak seluas pekuburan yang pertama. Qarafah Shugra dibangun oleh Shalahudin al-Ayubi pada tahun 572 H./1176 M. Makam Imam Syafi’i adalah salah satu makam yang masuk dalam areal Qarafah Shughra.

Dua Qarafah diatas merupakan nama yang selalu disebut dalam buku-buku sejarah dan otobiografi tokoh yang hidup pada zaman awal Islam sampai pada abad pertengahan. Bilamana ada tokoh yang dimakamkan di Qarafah pasti mengarah kepada salah satunya. Pada zaman sekarang, penyebutan Qarafah tidak selalu mengarah kepada kedua qarafah tersebut. Melainkan, penyebutan Qarafah menunjukkan makna yang lebih umum yaitu areal pekuburan manapun.[]
***
Qarafah yang akan menjadi obyek ziarah tim sarkub pada hari Senin, 23 Juni 2014 adalah Qarafah yang memanjang dari depan gedung Masyikhah Azhar sampai ke pekuburan Duwaiqah. Areal pekuburan ini menjadi taman surga bagi para Masyayikh Azhar.

Di sana ada makam Syeikh Syarqawi, Syeikh Ismail Shadiq al-‘Adawy, keluarga Syeikh Muhamad Zaki Ibrahim, Syeikh Muhamad Abduh, Syeikh Murtadla az-Zabidy, Syeikh Ibrahim al-Bajuri, dan sederet ulama kenamaan yang lain.[]

-Disusun oleh: Adhi Maftuhin, dari berbagai sumber.
____________________________________________

Film dokumenter yang berhasil keliling dunia; tentang Qarafah, The City of The Dead dan warga Mesir penghuninya bisa disaksikan
di sini [http://bit.ly/1ih1F0H]
____________________________________________
FOTO:
(tampak dari atas)

(source: wikipedia english)

Wednesday, June 18, 2014

[Video] Pemakaman Syaikh Sya'rawi

[Video] Jutaan jamaah memenuhi desa Daqadus, kecamatan Mith Ghamra pada saat pemakaman Syaikh Mutawalli Sya'rawi. Seluruh elemen masyarakat mengantar beliau menuju areal pemakaman. ~ lahu al-fatihah.

<iframe width="420" height="315" src="//www.youtube.com/embed/YbJDwifZ9hU" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

[Sub-Indonesia] Manhaj Nabi, bukan Zaman Nabi

Video Syaikh Yusri Rusydi Gabr tentang apa? Langsung saksikan saja.. Bismillah.. :)










Monday, June 16, 2014

Bacaan Ketika Ziarah

Bacaan yang anda baca ketika berziarah apakah termasuk bid'ah?

Bacaan yang lazim dibaca ketika berziarah diantaranya adalah:

1. Surat al-Fatihah (HR. at-Thobroni dan al-Baihaqi).
2. Awal surat al-Baqarah, ayat kursi dan akhir surat al-Baqarah (al-Baihaqi dan riwayat yang lain).
3. Surat Yasin (HR. Abu Dawud)
4. Al-Ikhlas 11 X (HR. ad-Daruqutni).
5. Al-Falaq dan an-Nas (Imam Ahmad).
6. Boleh juga membaca tahlil, tahmid dsb.

al-Imam Muhamad Zaki Ibrahim, Maraqid Ahlil Bait fil Qahirah, cet VI, hal. 185.

Saturday, June 14, 2014

[LIPUTAN] Nishfu Sya'ban di Asyirah Muhammadiyah

Masjid Masyayikh, tempat Jam'iyyah Asyirah Muhammadiyah Kairo menggelar berbagai kegiatan terletak tak jauh dari Masyikhah al-Azhar al-Syarif (kantor Grand Syaikh al-Azhar).

Kami mewakili Sahabat SarKub Mesir yang lain mendapat kesempatan ikut menghadiri acara rutin tahunan yang digelar jam'iyyah ini; jam'iyyah yang aktif menjadi pusat akademi sufi yang hampir ke semua pengajarnya merupakan jajaran ulama Al-Azhar, termasuk Deputi al-Azhar Abbas Shouman yang tercatat sebagai kepala salah satu bagian Akademi Sufi ini.

Acara dimulai bakda Maghrib. Pembicara pertama ialah Syaikh 'Ishom tertua selaku tuan rumah dan putra as-Syaikh ar-Raid Muhammad Zaki Ibrahim. Beliau sekaligus menjadi pembawa acara peringatan Malam Nishfu Sya'ban yang dihadiri sekira 500 lebih jamaah.

Masjid Masyayikh yang tidak begitu besar layaknya masjid-masjid lain di Kairo penuh sesak diisi berbagai kalangan, muda-tua, bapak-ibu, semuanya membawa serta putra-putrinya.

Acara dzikir & doa bersama yang didahului pembacaan surat Yasin ini terbilang unik bagi kami, mahasiswa asing. Terlebih pada sesi doa bersama.

Salah satu yang menarik adalah sekumpulan anak-kecil, seumuran anak-anak yang biasanya membuat masjid menjadi gaduh, saat itu terlihat asyik membantu pemuda-pemuda masjid membagikan teh hangat, jamuan roti, dan yasin fadhilah. Pemandangan unik yang tidak sempat kami abadikan sebab hangatnya suasana doa.

Sementara pada sesi doa bersama, acara yang dihadiri berbagai elemen masyarakat ini mempunyai semacam tradisi dengan menggilir mikropon untuk bergantian berdoa.

Namun tentu tidak semua hadirin lantas maju. Hanya tokoh-tokoh tertentu dari beberapa perwakilan yang mendapat giliran memimpin doa. Pembagiannya merata meliputi perwakilan tokoh yang tergolong muda, bapak-bapak anggota jamaah, hingga beberapa kakek yang lebih.

Seorang penyair juga turut mengisi peringatan Malam Nishfu Sya'ban ini. Ia membawakan sederet syair ihwal nishfu sya'ban.

Syaikh Muhanna, salah satu ulama yang aktif mengajar di serambi terlihat duduk di samping putra Syaikh Muhammad Zaki Ibrahim.

Di akhir acara, kami berniat sowan secara khusus kepada Syaikh Ishom dan Jamaah Asyirah Muhammadiyah. Namun, malam sudah terlalu larut untuk digunakan mengutarakan maksud.

Pada kesempatan lain, kami berencana mengadakan interview dalam sowan khusus sebagai salah satu usaha untuk menggali lebih dalam mengenai hubungan Syaikh Muhammad Zaki Ibrahim dengan sekumpulan orang Indonesia yang beliau sebut di dalam salah satu karangannya. Akan menjadi sebuah kebahagiaan jika ternyata sekaligus terungkap siapa orang Indonesia yang dimaksud.

Acara ditutup setelah hampir lebih dari 7 tokoh memimpin doa secara bergantian. Semoga kami bisa kembali bergabung di kesempatan Nishfu Sya'ban mendatang. Amin.[]

{Muhibban, Alfan Humaidi, Mustafa Nizam, Dzulfikar, Mu'hid Rahman}
______________________
- Kegiatan Asyirah Muhammadiyah dalam waktu dekat: Pembacaan Abjadiyyat Tasawuf karangan Syaikh Muhammad Zaki Ibrahim. [http://on.fb.me/Szeqr0]

- Hubungan Syaikh Muhammad Zaki Ibrahim dengan sekumpulan orang Indonesia [http://on.fb.me/1ovFu73]

- SarKub Mesir menerima liputan-liputan khusus mengenai kegiatan Sahabat SarKub Mesir di mana pun berada. Kirimkan melalui pesan fanpage yang berada di kanan atas.

Friday, June 13, 2014

[FOTO EKSKLUSIF] Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani dengan Syaikh Ali Gomaa










Pertemuan Syaikh Muhammad Hisyam Kabbani dengan Syaikh Ali Gomaa beberapa waktu yang lalu saat kunjungan ke Singapore.

Setelah saling menyapa dan berpelukan hangat, beliau berdua bertukar tutup kepala.
____________________
Hal lumrah di Mesir, khususnya Al-Azhar, tampilan seorang ulama tidak melulu memakai jalabiyah (jubah) dan seragam Azhar. Tidak jarang masyayikh mengenakan jas berdasi rapi saat mengajar di serambi.

Bukan karena mencari sensasi atau tak beradab, melainkan lebih karena tidak terlalu memaksakan berpenampilan "syaikh" selama itu rapi. Sebab, sebagian dari masyayikh meluangkan waktunya mengajar setelah melaksanakan tugas kantoran yang menuntut untuk berpenampilan rapi, misalnya Syaikh Yusri Rusydi yang berprofesi dokter spesialis bedah. Tidak jarang beliau berdasi rapi saat mengajar Sahih Bukhari atau yang lain.

--{al-'ulama waratsat al-anbiya}-- | Shollu ala Sidnannabi!

Wednesday, June 11, 2014

[Ziarah] Makam Imam Abu Hasan as-Syadzuli di Bukit Humaytsara

Selamat menempuh perjalanan panjang bagi Sahabat Sarkub Mesir yang sore ini mengikuti rombongan ziarah masyayikh menuju:

Makam Syaikh Syadzuli di Bukit Humaytsara, Provinsi al-Bahrul Ahmar.

dalam rangka peresmian masjid beliau dan ziarah rutin tahunan. Seremonial peresmian akan diadakan tepat pada Malam Nishfu Sya'ban, yang jatuh besok, hari Kamis 12 Juni 2014.

ULAMA YANG dijadwalkan HADIR dalam PERESMIAN:
- Syaikh Dr. Ali Gomaa, Mufti Mesir periode sebelumnya.
- Habib Ali al-Jufri
- Syaikh Usamah Sayyid Azhari
- Syaikh Yusri Rusydi al-Hasani
- Syaikh Ishom Zaftawi
- dan masih banyak ulama lainnya.

Semoga selamat sampai tujuan dan kembali dengan oleh-oleh doa. Amin.
_____________________

FOTO: Napak Tilas Syaikh Syadzuli dengan berdoa bersama dipimpin Syaikh Yusri Rusydi al-Hasani di Bukit Humaytsara, menghadap ke arah kota Makkah. Dokumentasi tahun lalu.

[Karamah Ulama]; Sudah Wafat Masih Bisa Mengajar

Syaikh al-Khudhari termasuk seorang ulama besar al-Azhar. Karyanya yang terkenal adalah Hasyiah al-Khudari 'ala Syarh Ibn Aqil 'ala Alfiyah ibn Malik.

Kisahnya berawal ketika ada dua orang pelajar sedang berdiskusi di dalam masjid al-Azhar.

Pada saat itu, mereka berdiskusi tentang kitab karya ulama yang telah wafat beberapa tahun yang lalu ini, yakni Hasyiah al-Khudhari.

Diskusi berlangsung seru antara dua pelajar ini hingga terhenti pada sebuah kalimat yang tak bisa mereka pahami. Agak lama mereka mengasah otak, mengutak-atik kalimat tersebut, berusaha untuk memahaminya, tapi otak manusia tetap ada batasnya.

Akhirnya mereka pun menyerah; seorang di antara dua pelajar ini berkata, "Ya sudahlah, aku ke kamar mandi dulu mau ambil wudu, terus salat. Barangkali nanti dapat petunjuk..".

"Iya, silakan.", kata yang lain.

Ditinggal ke kamar mandi, pelajar yang satu ini terserang kantuk dan akhirnya tertidur. Lalu ia bermimpi bertemu dengan Syaikh al-Khudari, pengarang kitab itu. Dalam mimpi tersebut Syaikh menjelaskan maksud dari kalimat yang sulit untuk dipahami olehnya tadi. Hingga akhirnya siswa itu terbangun bersamaan dengan salam temannya yang menandakan dia telah usai salat.

Pelajar yang terbangun dari tidur bertanya kepada temannya, "Bagaimana, sudah ketemu jawabannya?"

"Belum,"

"Sini aku jelaskan," katanya dengan raut gembira.

Dia pun menjelaskan sampai temannya ini paham.
"Dari mana kamu dapat penjelasan ini?", tanya teman yang salat tadi merasa heran.

"Aku tadi bermimpi bertemu Syaikh al-Khudari, ya aku tanyakan saja,".

- Cerita ini disarikan dari pengajian Syarh Ibnu Aqil bersama Syaikh Fathi Hijazi.
________________________
FOTO: Syaikh Fathi Hijazi, salah satu guru besar ilmu bahasa Arab, di sebuah pengajian.Add caption
Selain mengajar Nahwu, Shorof, Balaghah, beliau juga mengajar tarikh, hadits, dan tasawwuf.

Beliau salah satu sosok ulama besar Al-Azhar yang teduh dalam berbicara, lembut bertutur kata, fasih menggunakan Arab-Fusha, dan masih terus berkenan menyisihkan waktu (selain di kampus), untuk mengajar kami di serambi-serambi masjid, baik masjid Al-Azhar maupun 'Asyirah Muhammadiyah.

Beliau sempat jatuh sakit beberapa waktu lalu, kami mohon doa dari Sahabat Sarkub sekalian untuk beliau dan semua guru kami. Semoga senantiasa diberi kemudahan dan kesehatan dalam mengajar kami semua. Amin.

Tuesday, June 03, 2014

Syaikh Abdussalam Syita

Suatu saat Syaikh Abdussalam Syita -hafidzahullah, ulama besar Aleksandria dan syaikh tarekat Azamiyah ziarah ke makam Rasulullah.

Ketika tiba masanya perpisahan, beliau menangis sesenggukan enggan berpisah dengan sang kekasih dan diam tak bergeming.

Tiba-tiba, Rasulullah muncul dari dalam dengan berkata:
"Jangan sedih wahai Abdissalam, pertolonganku masih tetap untuk Mesir lewat cucuku, Hussein!" (terjemahan page SadahAwliya)
---
Saya teringat saat mengikuti kajian dan majlis zikir beliau di masjid Amr bin Ash Iskandaria: usai pengajian, beliau membagikan buku karangan beliau dan saya sukses mencium telapak tangannya.

Saking berjubelnya orang untuk bersalaman dan memeluk beliau, sulit rasanya menerjang. Lelaki paruh baya yang ada di depan sukses berpelukan, muanaqah (cipika-cipiki) dengan Syaikh. Saat orang itu mundur, langsung diserbu kawan-kawannya dan ganti orang paruh baya itu yang diserbu pelukan dan cium tangan.

Sesaat teringat: Rasulullah berkata: man shofaha man shofahani faqad shofahani. (sesiapa yang besalaman dengan orang yang bersinambung salamannya denganku, ia benar-benar bersalaman denganku).

Dinukil dari pengalaman pribadi Alfan Humaidi ~ Banyuwangi.
FOTO: Syaikh Abdussalam Syita.