06 August 2019

Grand Syekh Al-Azhar ke-6: Syekh Ibrahim bin Musa al-Fayumi

Syeikhul Islam Grand Syeikh al-Azhar : Ibrahim bin Musa al-Fayumi al-Maliki al-Azhari ~ 1062 H (1652 M) - 1137 H (1725 M) ~ Imam ke enam Masjid Al-Azhar dan pembesar Ulama Hadits di zamannya.

Makam terletak di tengah Qarafah Mujawirin, Darrasah, tepatnya di antara makam Grand Syeikh Azhar al-Kharasyi, Syeikh Rifa'ah Rafi' at-Tahtawi dan Syeikh Burhanuddin Ibrahim as-Saqa.

Makam Syekh Ibrahim Musa Al-Fayyumi (@sarkub_mesir)
Sebagaimana kebiasaan penduduk desa kepada al-Quran, demi mendidik anak-anaknya sedari kecil untuk mempelajari agama Islam, mereka mengirimkannya ke Azhar supaya anak-anaknya memahami perkara agama Islam dengan baik dan benar, lalu mengajarkannya kepada manusia ketika mereka kembali.

Begitu juga halnya dengan Syekh Ibrahim al-Fayumi, beliau di kirim orangtuanya untuk belajar di al-Azhar sedari kecil. Beliau mempelajari ilmu dari semua cabangnya dengan para pembesar ulama-ulama al-azhar pada zamannya, seperti akidah, mantik, fikih, tafsir, hadits, ilmu alat dan lain sebagainya.

Beliau belajar kepada Syeikh al-Kharasyi dan selalu berziarah ke rumahnya bahkan menginap di sana bersama-sama sambil membaca dan belajar kitab 'Risalah fil Basmalah' karangan Syeikh al-Kharasyi di hadapannya secara langsung.

Semasa masa belajar beliau lebih mengutamakan metode menghafal dibandingkan dengan metode menulis, ia mengingat semua hal di sampaikan oleh para guru ketika mengajar, lalu mengimplementasikan apa yang ia dapatkan dari gurunya kepada para muridnya, dan ia tidak akan berhenti mengajar hingga murid-muridnya paham dengan penjelasan yang dipaparkannya.

Syeikh Ibrahim al-Fayumi orang yang teliti dalam permasalahan hadits, hingga setiap orang yang menceritakan dirinya mengatakan bahwa beliau adalah seorang Pakar Hadits, semua waktunya ia pergunakan untuk membaca hadits, menghafal hadits, mengajarkannya dengan metode yang diajarkan para sahabat nabi.


Aktivis Sarkub yang berasal dari Jambi, pulau Sumatera.