Sunday, December 28, 2014

Tsana' wa Sana'

Tsana' wa Sana'.
Salah satu dari 7 makam yang menjadi destinasi wajib dan mengakar menjadi budaya masyarakat Mesir zaman dulu ialah Tsana' wa Sana'.

Tsana' dan Sana' adalah 2 orang keturunan Jakfar Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Ali Zaynal Abidin bin Hussein bin Ali bin Abi Thalib. (Tulis Sakhawi dalam Tuhfatul Ahbab wa Bughyatut Thullab)

Syeikh Muhammad Zaki Ibrahim, Pendiri Akademi Sufi Asyirah Muhammadiyah juga menuliskan keduanya dalam pembahasan khusus dengan judul Al-Qari'atani (Dua Pendaras Quran).

Alkisah, Tsana' wa Sana' selalu meluangkan waktunya untuk mengkhatamkan Alquran paling tidak sekali sehari. Dua bersaudara ini membagi bacaannya dan saling menyimak.

Sampai satu dari mereka meninggal, mendaras Alquran tidak pernah berhenti. Adiknya tetap mengkhatamkan Alquran. Ia membacakan separuh bagian milik saudarinya, menghadiahkan pahala bacaan itu untuk sang kakak.

Ia membacanya tepat di depan makam saudarinya itu. Amaliyah ini tak berhenti sampai akhir hayat si adik. Ia dimakamkan di samping saudari tercintanya itu.

Sebagaimana tempat peristirahatan orang salih dan tempat yang senantiasa diisi lantunan Alquran, tempat ini menjadi salah satu dari 7 tempat mustajab untuk berdoa serta tabaruk masyarakat Mesir tempo dulu.

Sakhawi mencatat dalam Tuhfatul Ahbab, "Peziarah yang mengidap penyakit, bertabaruk dengan tanah di komplek ini. Mereka membalurkan tanah di pipi-pipi mereka sambil memperkuat doa pada Yang Maha Kuasa. Hal ini merupakan salah satu bentuk adab dalam berziarah (dan wujud kecintaan pada yang diziarahi)."

Sekarang, tempat ini tak terawat dan kurang mendapat perhatian. Jangan harap bisa melihat pemandangan tabaruk masyarakat Mesir seperti yang kami ceritakan, peziarah yang datang saja tak ada.[]
__________________________________________
LOKASI:
Dari makam Syeikh Jalaluddin Suyuthi terus masuk ke arah kubah Sudun al-'Ajami; atau tanya penduduk di mana letak Sidi Rayhan. Kemudian cari petunjuk atau cocokkan dengan lokasi yang kami foto.