Showing posts with label serbaserbi. Show all posts
Showing posts with label serbaserbi. Show all posts

12 September 2019

حبيبي ♡ عينٌ

صورة توضيحية

هذه قصة حب أصلها ثابتٌ، وفرعها في السماء


وا لهفاه! وا عيناه!

بكى «بحار الدين يوسف حبيبي» بكاء لا تتحمل الأرض والسماء في حمله، وما زال يفيضُ الدمعَ ليطفأ نارَ الفراق من قلبه. فأصابه غمًّا بغمٍّ حتى يكادُ الحزنُ يخطفُ حياتهُ،  وربما يودّ أن يلقي مماتَهُ. يا أسفى على عويصة حزنٍ، حملها وهنا على وهنٍ، فكلت عن وصفها العباراتْ، فوقف في غوامض الإشاراتْ

ما أبكى حبيبي؟!

قد فقد خيرَ متاعِ الدنيا أي زوجته المحبوبة «حَصرِي عينٌ بساري» المشهور بـ «عينٌ». لن ترى مثلها «عينٌ»، سيما هي من الجاويات القانتات التائبات العابدات الاتي شغفنَ قلوبا، واتخذن الله ورسوله حبيبا. قد أصبحت «عينٌ» عينًا يشرب بها «حبيبي» طول المدى، وأصبحت عينًا تنيرُ  في جوف الليل الدجى. كان «حبيبي» يعتقد أن الموت حق، ولكن فراقٍ الحبيبِ أشق! إلى الله يعولُ كأن المتنبي يقول:

بأبي من وددته فافترقنا ♡ وقضى الله بعد ذاك اجتماعا
فافترقنا حولا فلما التقينا ♡ كان تسليمه علي وداعا

«حبيبي» لا يزال يتذكر طللَ حورٍِ عينٍ التي أنفقتْ عمرها له أناء اليل وأطراف النهار، و«عينٌ» منقوشةٌ في مهجته ما دامَ القمر يستغفر بالأسحار. وا عيناه! نحن من نفسٍ واحدة لا ننفك أبدا! و إن الله في حبّنا لشهيدُ، وهكذا المحبون تراهم سكارى وما هم بسكارى ولكن عذاب الحبّ شديدُ.

الحبُّ عاهةُ قلبٍ لا أريدُ شفا ♡ شفاءه في لقاء المرء من شغفا

وقال حجة الإسلامِ عن الحبّ:
سقمي في الحب عافيتي ♡ ووجودي في الهوى عدمي
وعذابٌ يرتضون به ♡ في فميأحلى من النَّعم
ما لضرٍّ في محبّتكم ♡ عندنا والله من ألمِ

قبل اليوم إنتقل إلى الرفيق الأعلى مولانا «حبيبي»،  واحتضنت روحُه روحها، فانضمت روحان في كنه المحبة وجمالها، الحبُّ يدومُ إن يوثقه حبل الوفاء، هذه قصة حب أصلها ثابت، وفرعها في السماء.

البروفيسور الدكتور «حبيبي» رئيسُ الجمهورية الإندونيسية الثالث الذي استطاع أن يحل أزمة إقتصادية في عام ١٩٩٩ م. برع في علم الفزياء والكمياء والرياضيات. درس في ألمانيا وفاق أقرانه وهو من أذكياء البشر. أبدع في صناعة الطائر حتى تفخر به إندونيسيا، رحمه الله رحمة  واسعة

وداعًا وداعا يا حبيبي فإنك ♡ وإن مت فالآثار منك حياةُ


مدينة البعوث الإسلامية، ١٢ سبتمبر ٢٠١٩
كتبه الفقير الحقير، شهاب الشيباني [بابان]

Read More

25 August 2019

Menyusur-galur Sulalah Thaba-thaba di Kairo

Makam Keluarga Thaba-thaba yang terletak di samping danau 'Ain Sirah, Fustat, Kairo.
Thaba-thaba ialah Abu Ishaq Ibrahim bin Ismail ad-Dibaj bin Ibrahim al-Ghamri (as-Syahid al-Maqtul) bin Abdillah bin Hasan (al-Mutsanna) bin Hasan (as-Sibth) bin Ali bin Abi Thalib, suami Fathimah al-Batul bintu Rasul Saw.

Sejarawan Islam Ibnu Khallikan dalam Wafayat al-A'yan menegaskan bahwa tidak ada ulama nasab yang berbeda pendapat dalam penasaban tokoh di kompleks makam ini.

Kebanyakan ulama hanya menambahkan bahwa meskipun demikian; Thaba-thaba ini tidak wafat di Mesir. (Yang ada di makam ini ialah keturunan-keturunannya, generasi ke-2 ke bawah)

Asal-usul Penamaan

Dijuluki Thaba-thaba sebab gaya tuturnya yang kurang jelas (gagap; sering mengulang lafal). Ia melafalkan Qaf menjadi Tha'.

Al-Khatib al-Baghdadi dalam Tarikh Baghdadi-nya berkisah, "Saat Thaba-thaba datang ke Baghdad di masa pemerintahan Harun ar-Rashid, Sang Raja mengetahuinya. Kemudian, utusan istana datang menemui Thaba-thaba bermaksud mengantarnya ke hadapan Harun ar-Rashid.

Thaba-thaba kalang kabut. Ia menyangka ada seseorang yang memfitnahnya di hadapan raja. Lalu, sampailah ia di hadapan Harun ar-Rashid. Raja Harun berdiri dan menyuruh Thaba-thaba duduk di sampingnya. Obrolan belum berlangsung lama namun Harun ar-Rashid menangkap ada rasa ketakutan pada tamunya ini.

"Kamu kenapa, Aba Ishaq?", tanya Harun ar-Rashid.
Rawwa’ani Shohibut Thaba. Yang memakai jubah (Harun ar-Rashid .red) telah membuatku takut.”, jawab Abu Ishaq.

Shohibut Thaba yang dimaksud di sini bukan dengan huruf Tha’ melainkan Qaf. Namun, karena lisan Abu Ishaq yang gagap dan tidak fasih jadilah Thaba, bukan Qaba (yang bermakna jubah; menyerupai qamish/diqlah).

Dari kisah gagap inilah Abu Ishaq dijuluki Thaba-thaba.

Versi Kedua

Suatu hari, Abu Ishaq menyuruh seseorang mengambilkan pakaian.
“Ini saya, Pak.. Saya membawa pakaiannya.”, kata anaknya.
“Oiya, Thaba-thaba, Thaba-thaba.”, kata Abu Ishaq.
Thaba yang dimaksud di sini ialah Qaba, sejenis pakaian khas Arab dikhususkan untuk bepergian.

Anak-turun Thaba-thaba di Mesir

Keturunan Thaba-thaba yang pertama kali datang ke Mesir ialah al-Qasim ar-Rassi (Rassi; nisbat pada nama desanya). Ia membuka majelis di Masjid ‘Atiq (Amr ibn Ash). Orang-orang berkumpul untuk mendengarkan hadits-hadits yang ia sampaikan.

Kemudian, orang-orang berinisiatif mengumpulkan sumbangan. Setelah terkumpul, mereka menyerahkannya pada al-Qassim ar-Rassi. Namun, ia selalu menolaknya.
Semakin besarlah cinta masyarakat Mesir. Satu lagi yang masyhur: doanya dikenal mustajab.

Keturunan Thaba-thaba di Kompleks Makam

1. Ali bin Hasan bin Thaba-thaba
Ia orang terpandang dan terhormat pada masa itu. Ia terkenal jutawan yang dermawan. Setelah ia wafat saja hartanya mencapai 350 kati emas, 700 kati perak, 100 budak laki-laki, 100 budak perempuan.

Sebelum wafat, ia mewasiatkan sepertiga hartanya untuk disedekahkan. Satu riwayat mengatakan bukan sepertiga, melainkan setengah dari hartanya sebagaimana dalam kitab Mursyiduzzuwar. Wafat tahun 255 H.

2. Ahmad bin Ali bin Hasan bin Thaba-thaba
Ia orang yang terhormat, mempunyai gaya bicara jelas dan suara yang jernih lagi indah.
Satu riwayat mengatakan, ia menyedakahkan semua harta peninggalan ayahnya (tokoh pada nomer 1; sebelum ini) sampai-sampai ia tak lagi mempunyai harta yang dapat ia sedekahkan.

Hal itu didengar oleh Ahmad ibn Thulun, penguasa pada masa itu. Lalu, buyut Thaba-thaba ini diberi sebuah desa di Mesir. Semua hasil bumi dari desa ini diatasnamakan padanya.

Karena memang karakter dasarnya senang membantu orang lain, ia dikenal selalu membantu orang banyak. Tiap jengkal langkahnya ia gunakan untuk membantu orang. Ibn Zulaq sampai berkata, “Di Mesir belum pernah ada keturunan Rasul Saw. yang cinta dan kepeduliannya pada orang banyak melebihi cintanya.”

3. Abul Qasim Ahmad bin Muhammad bin Ismail bin Thaba-thaba
Ia dikenal zuhud. Berikut petikan salah satu syairnya:
لقد غرّت الدنيا أناسا فأصبحوا ** سكارى بلا عقل وما شربوا خمرا
وقد خدعتهم من زخارفها بما ** غدوا منه في كرب وقد كابدوا ضرّا
“Dunia memperdaya manusia hingga mereka ** mabuk tanpa akal padahal mereka tak minum arak.”
“Dunia memperdaya manusia melalui keindahan-keindahannya ** dengan apa yang mereka makan di tengah kesusahan dan yang mereka derita atas suatu kerugian.”

4. Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Ismail bin Thaba-thaba
Ia terkenal sebagai tuan tanah karena banyaknya tanah, pekarangan, ladang yang ia miliki. Namun begitu, ia sangat taat beribadah. Siangnya untuk berpuasa, malamnya untuk salat. Ia juga dikenal tak tanggung-tanggung dalam bersedekah dan berkurban.

Ahli nasab bernama Ubaidili bercerita bahwa pada tahun 400-an Hijriah, ada seseorang yang mimpi bertemu Nabi Saw. Dalam mimpi itu ia berkata pada Rasul Saw.,”Wahai Rasul, aku merindukanmu. Aku ingin sekali mengunjungimu, berziarah, Namun, tak ada satupun yang bisa mengantarkanku padamu.”

Rasul Saw. menjawab,”Kunjungi Abdullah bin Ahmad Thaba-thaba saja. Ziarah ke situ saja, maka kamu sudah seperti menziarahiku.” Abdullah bin Ahmad Thaba-thaba wafat tahun 348 H.
Kondisi kompleks makam yang terbenam rembesan air sejak belasan tahun.

5. Sayyidah Khadijah binti Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Thaba-thaba
Ia dikenal sebagai perempuan yang zuhud.

6. Abul Hasan Ali bin Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali bin Hasan bin Thaba-thaba
Sebutan masyhurnya “Shahib Huriyah” sebab mimpinya dengan Huriyah sebagaimana dikisahakan oleh Syekh Muhammad Zaki Ibrahim dalam Maraqid Alil Bayt fil Qahirah.

7. Abu Muhammad Hasan bin Ali bin Hasan bin Ali bin Muhammad bin Ahmad bin Ali bin Hasan bin Thaba-thaba

8. Abul Qasim Yahya bin Ali bin Muhammad bin Jakfar bin Ali bin Sidna Hussein [sibth] bin Ali bin Abi Thalib

9. Hasan bin Muhammad bin Ahmad bin al-Qasim ar-Rasi bin Thaba-thaba
Salah satu cucu al-Qasim ar-Rasi, keturunan Thaba-thaba yang pertama kali datang ke Mesir.

Dan masih banyak lagi nama-nama keturunan Thaba-thaba yang dimakamkan di kompleks ini. Makam ini terletak di Jalan 'Ain al-Sirah, kompleks peninggalan Thaba-thaba (dekat danau), kurang lebih 500 meter ke arah barat dari Masjid & Makam Imam Syafii.

Kondisi makam dari tahun ke tahun sangat memprihatinkan, karena daratan tempat pemakaman keluarga Thaba-thaba ini selalu menurun hingga terendam oleh air dan dikelilingi oleh rumput ilalang yang telah tumbuh tinggi dan sampah-sampah tanpa ada perhatian dari pemerintah terkait.[]


Al-Gamaliyah, Kairo
Mu'hid Rahman

Sumber Pustaka:
Maraqidu Alil Bayt fil Qahirah (Syaikh Muhammad Zaki Ibrahim).
Masajid Mishra wa Awliyauhaa as-Shalihun (Dukturah Su’ad Maher).
Mursyiduzzuwar ila Quburil Abror (Muwaffiquddin ibn Utsman).
Read More

06 August 2019

Ulama penikmat kulit semangka. Siapakah aku?

Makam Syekh Z (@sarkub_mesir)
Aku hidup dalam keadaan fakir dan tak memiliki apa-apa. Aku sempat sangat kelaparan ketika berada masjid Azhar. Di malam hari, aku keluar dari masjid mengumpulkan kulit-kulit semangka. Setelah dikumpulkan dan dicuci, aku memakan kulit-kulit semangka itu.

Aku hidup di Sunaikah, salah satu desa di provinsi Al-Syarqiyah di Mesir. Mula-mula aku menghafal Alquran, kemudian aku menghafal matan-matan seperti Minhaj, Alfiyah, Syathibiyah, beberapa bagian Tashil, beberapa Alfiyah Hadis, dan selainnya. Aku gak keluar dari kampungku dan berdiam diri beberapa waktu. Kemudian aku balik ke al-Azhar dan mempelajari beberapa ilmu keseluruhan dan mendalaminya.

Aku berguru kepada Imam al-Ruhlah Zainuddin Abu al-Naim Ridwan bin Muhammad bin Yusuf al-Aqbi (W. 852 H). Aku membaca secara keseluruhan kepada beliau. Juga Nadham Syathibiyah dan Ra'iyah. Aku juga menyimak beberapa bagian dari Taysir-nya Imam al-Dani, Musnad-nya Imam Syafii, Shahih Muslim, Sunan Sughra-nya Nasai. Juga Syarah Ma'ani Atsar-nya Imam Thahawi, Adabul Bahs dan syarah Alfiyah Iraqi.

Aku juga membaca Qiraat Sab'ah kepada al-Imam Nuruddin Ali bin Muhammad bin al-Imam Fakhruddin Utsman bin Abdurrahman bin Utsman al-Makhzumi yang dikenal dengan Imam al-Azhar (799-863 H).

Aku juga berguru kepada Amirul Mukminin fi al-Hadist, Ibnu Hajar Asqalani (852 H). Aku mempelajari hadis kepada beliau. Aku membaca Sirah Nabawiyah-nya Ibnu Sayyidinnas, syarah Alfiyah Iraqi, dan juga Shahih Bukhari, Sunan Ibnu Majah, dan guruku itu meninggal terlebih dahulu sebelum menyelesaikannya. Aku juga menyimak dari beliau beberapa permasalahan dalam Bahasa, sastra, Ushul, ilmu logika. Dan aku diberi Ijazah oleh beliau.

Aku juga berguru kepada syaikh Jaluddin Mahalli (863 H), Ibnu Majdi, Sirajuddin al-Bulqini (868 H). Dan lain-lain.

Aku juga menempuh jalan sufi dari banyak ulama. Aku juga diizini mengajar, berfatwa, dan aku diberi ijazah kurang lebih dari 150 orang.

Sementara orang mengatakan bahwa aku adalah mujaddid abad ke sembilan. Karena meluasnya kemanfaatanku dan karya-karyaku.

Muridku, Imam Suyuthi mengatakan tentangku:

"Beliau adalah seorang yang sangat bersungguh-sungguh dalam menulis, menuntut ilmu dan mengamalkannya. Dia memberikan manfaat kepada manusia, baik dengan mengajar, berfatwa dan menulis dengan agama yang kokoh, meninggalkan hal yang tidak penting, sangat rendah hati, lembut perilakunya, dan sangat menjaga lisan dan sering diam.

Muridku, Ibnu Hajar al-Haitami juga bercerita tentangku:

"Aku mendatangi guruku, Zakariya, karena beliau adalah guru yang paling agung yang pernah kutatap dari ulama-ulama yang mengamalkan ilmunya dan para imam-imam pewaris Nabi. Beliau adalah rujukan para ulama, hujjah Allah atas manusia, pemegang bendera Mazhab Syafii yang dijadikan pegangan, memecahkan permasalahan-permasalahannya, menjelaskan kesulitan-kesulitannya dari pagi hingga petang, mendapati para cucu dengan dengan kakeknya. Satu-satunya orang yang memiliki sanad yang tinggi. Bagaimana mungkin sementara tidak ditemukan seseorang di zamannya kecuali telah mengambil ilmu darinya atau melalui perantara atau perantara yang banyak. Bahkan sebagian langsung ngaji bertatapan muka dengan beliau. Dan selain itu, yang di antara beliau dan orang itu terdapat sekitar tujuh perantara! Dan ini tidak ada tandingnya pada zaman beliau. Dan betapa nikmat kelebihan yang tinggi dan banyak di antara para imam, lantaran beliau memiliki murid dan pengikut yang banyak, dan banyak yang mengaji kepada beliau, serta terus-menerusnya beliau memberi manfaat."

Meskipun aku bersungguh-sungguh dalam ilmu, menyibukkan diri, berfatwa dan menulis juga memiliki kebutuhan dan perkara-perkara yang penting, seringnya disamperin hal duniawi aku gak ketinggalan dari berbuat ketaatan siang dan malam. Dan juga tidak menyibukkan diri dari hal yang tidak penting. Shalat sunnah meskipun umurku sudah sampai seratus tahun. Aku mengatakan kepada diriku. "Aku tak akan membiasakan diriku dengan kemalasan." Bahkan ketika sakit aku tetap saja shalat sunnah dengan berdiri. Aku katakan: "Anakku! Salah satu pekerjaan jiwa adalah kemalasan. Aku khawatir kalah dengan rasa malas itu. Hingga aku wafat dalam keadaan seperti itu."

Aku makan sedikit. Tak lebih dari sepertiga roti. Umurku seabad lebih tiga tahun. Aku mendapat isyarat berumur seabad dari baginda Nabi Muhammad saw.

Aku sempat mengajar di masjid Imam Syafii dan mengurus perkara yang ada di sana. Dan di Mesir, gak ada jabatan bergengsi dari mengajar di masjid ini.

Aku memiliki beberapa murid yang sangat cerdas.

Di antaranya: Jalaluddin al-Suyuthi. Syihabuddin Ahmad al-Ramli. Syihabuddin Ibnu Hajar al-Haitami. Al-Sinbathi. Abdul Wahhab al-Sya'rani.

Aku memiliki beberapa karangan:

1. Asna al-Mathalib fi Syarh Raud Thalib.
2. Minhaj al-Thullab
3. Fathul Wahhab
4. Lubbu al-Ushul
5. Ghayat al-Wushul
6. Syarah Mukaddimah Jazariyah
7. Tuhfah al-Bari syarah Shahih Bukhari.
Dan lain-lain.

Aku memiliki satu puisi. Yang kupersembakan kepada Allah swt.

إلهي ذنوبـي قـد تعاظـم خطرهـا ©️ وليس على غير المسامـح متكـل

إلهي أنا العبد المسيء وليس لـي ©️ سـواك ولا علـم لـدي ولا عـمـل

إلهـي أقلنـي عثرتـي وخطيئـتـي ©️ لأني يا مولاي في غايـة الخجـل

O, Tuhanku.
Dosa-dosaku sungguh sangat-sangat mengkhawatirkan. Dalam berserah, tiada yang kuharap kecuali ampunan

O, Tuhan-ku
Aku adalah hamba yang sering berbuat buruk, dan aku tak memilki apapun kecuali Engkau. Aku tak memiliki ilmu juga amal.

O, Tuhan-ku persedikitlah dosa dan kesalahanku. Sebab, wahai Tuan-ku aku benar-benar sangat malu.

إلهـي ذنوبـي مثـل سبعـة أبـحـر ©️ ولكنها فـي جنـب عفـوك كالبلـل

ولـولا رجائـي إن عفـوك واسـع ©️ وأنت كريم ما صبرت على زلل

O, Tuhanku
Dosaku laiknya tujuh buah lautan. Namun di pangkuan ampunan-Mu tak lebih dari setetes air

Kalau bukan karena ampunan-Mu yang luas, sementara engkau Maha Mulia, aku tak akan sanggup sabar dalam melakukan kesalahan.

إلـهـي بـحـق الهـاشـمـي مـحـمـد ©️ أجرني من النيران إني في وجل

وباللطف والعفـو الجميـل تولنـي ©️ وبالخير فامنن عند خاتمة الأجل

O, Tuhan-ku dengan perantaranya al-Hasyimi Muhammad, selamatkanlah aku dari neraka. Sungguh aku sangat khawatir.

Dengan kelembutan dan ampunan-Mu yang indah, bimbingan aku. Karuniakan aku kebaikan tatkala ajal telah datang.

Perkenalkan namaku: Zakariya al-Anshari al-Azhary. Lahir tahun 823 H. Allah memanggilku hari Rabu 3 Zul Hijjah tahun 926 H. Umurku 103 tahun. Aku dimandikan kamis pagi, lalu dikafani dan dikuburkan di Qarafah Sughra dekat Imam Syafii. Aku juga disalatkan secara ghaib di masjid Umawi di Syam.

Alfatihah

Buuts, 25 Agustus 2018
Beben Syaibani

Disarikan dari Syarah Burdah beliau. Ta'liq syaikh Athiyah Musthafa. Dibentuk narasi.

===

Kisah memakan kulit semangka juga dimiliki oleh syaikhana Khalil Bangkalan. Sejak mondok di Makkah, beliau seringkali memakan kulit semangka. Allah juga menganugerahkan beliau murid-murid yang luar biasa. Kyai Hasyim Asy'ari, Jombang. Kyai As'ad Syamsul Arifin, Sukorejo. Kyai Abdul Karim, Lirboyo Kyai Munawwir Krapyak. Dan lain-lain. Rahimahumallahu Wanafaana Biulumihi Fi Darrain.
Read More

03 April 2019

Sayyidah Zainab: Kisah di Balik Nama Harum

Masjid Sayyidah Zainab | Mu'hid Rahman
Tahun ke 5 H Sayyidah Zainab lahir. Tahun 626 M. Rasulullah saw. telah menetap 10 tahun menyebarkan dakwahnya di Madinah. Kabar kelahiran nan agung itu sudah lama ditunggu-tunggu oleh keluarga Rasulullah saw. Banyak yang menunggu kelahiran sayyidah Zainab dengan penuh suka cita. Terlebih setelah lahirnya kedua saudaranya, sidna Hasan dan sidna Husain.

Setelah sayyidah Fathimah ra. melahirkan sang anak, sayyidah Asma, istri sidna Jakfar bin Abi Thalib mengembannya dan mengatakan kepada sayyidah Zainab.

"Wahai putri Rasulullah. Sungguh dia (sayyidah Zainab) mirip sepertimu dalam keanggunan parasnya dan keindahan bentuknya. Bahkan keindahan nabawi tertancap pada bayi kecil ini. Alangkah miripnya dia dengan saudaranya, Sidna Husain!"

Sayyidah Fathimah ra. memuji dan bersyukur kepada Allah atas nikmat itu. Kemudian sayyidah Fathimah membawanya kepada Imam Ali.
"Beri ia nama?"
"Aku tak akan mendahului Rasulullah (dalam menamainya)"

Rasulullah saw. berada dalam perjalanan. Setelah Rasulullah saw. sampai Imam Ali meminta nama kepada beliau atas bayi mungil tersebut. Rasulullah menjawab: "Aku tak akan mendahului Allah (dalam memberi namanya)"

Jibril turun. Menguluk salam kepada Nabi. Ia lantas berkata: "Berilah dia nama Zainab!"

Kemudian Jibril memberi tahu musibah-musibah yang kelak akan menimpanya. Rasulullah pun menangis lantas bersabda: "Barangsiapa menangis atas musibah yang menimpa cucuku ini, sama seperti seseorang yang menangis atas kedua saudaranya, Hasan dan Husain."

Hari ini adalah puncak maulid sayyidah Zainab. Orang-orang Mesir dari berbagai penjuru merayakannya. Sayyidah Zainab hijrah ke Mesir setelah diusir dari Madinah. Beliau benar-benar sedih. Sidi Ibnu Abbas menenangkahnya: "Wahai cucu Rasulullah. Pergilah ke Mesir. Di sana ada orang-orang yang mencintaimu karena Allah dan karena hubungan tali kekerabatanmu dengan Rasulullah."

Sayyidah Zainab datang. Orang-orang menyambut dengan amat senang. Beliau lantas berdoa:


يا أهل مصر، نصرتمونا نصركم الله، وآويتمونا آواكم الله، وأعنتمونا أعانكم الله، وجعل لكم من كل مصيبة فرجًا ومن كل ضيق مخرجًا


Habib Ali Jufri mengatakan bahwa doa ini terus mengalirkan berkah kepada Mesir. Syaikh Muhammad Mutawalli al-Sya'rawi selama nyantri mulazamah berziarah kepada Sayyidah Zainab. Sampai-sampai suatu hari beliau memimpikannya. Dari mimpi itu, Syaikh Syakrawi mendapat isyarat bahwa ia termasuk ahlu bayt Rasulullah saw.


يا بنتَ سَيِّدةِ النسَا يا زينبُ ♡ يا بابَ مصر ومنبع البركاتِ
فقتِ الرجالَ بكربلا بسجاعةٍ ♡ دفعتْ حسينًا سَيِّد الجَنَّاتِ
فيها الدَّمُ النبوِيُّ متصل الهوى ♡ أمُّ العواجز صاحب النفحاتِ


O, putri pemimpin para perempuan (Sidah Fathimah). O, sidah Zainab. O, pintu Mesir dan sumur keberkahan.

Engkau telah mengungguli para lelaki di Karbala karena keberanian. Dia membela sidna Husain, sang pemimpin para pemuda di surga.

Dalam dirinya terdapat darah Nabawi. Cintanya tersambung dengannya. Ibu bagi orang-orang lemah, sang pemilik karunia. [*]

Buuts, 2 April 2019
Selamat Ulang Tahun Sidah Zainab! 🙂


Rujukan:
Ali Ahmad Syalabi, Ibnatu al-Zahrā: Zainab, kata pengantar syaikh Abdul Halim Mahmud.
Read More

03 August 2018

Berziarah ke Makam Al-Qadi Abdul Wahhab


Al-Qadi Abdul Wahhab lahir 362 H. Di Baghdad, kota keilmuan pada saat itu. Beliau berkeliling Baghdad, Bashrah, Moshul, Makkah, Madinah. Bertemu dengan para ulama dan sastrawan. 

Imam al-Baqillani berkata kepada Abi Amr bin al-Fasi yang hendak mencari ilmu di Baghdad:
Read More

19 February 2015

Perbedaan 'Maghfirah' dan 'Afwa'



Apa perbedaan antara maghfirah (pengampunan) dengan 'afwa (pemaafan)?

Maghfirah: Ketika Allah memaafkan dosamu, akan tetapi ia tetap tertulis dalam catatan amalmu.

Sedangkan ‘afwa: Ketika Allah memaafkan dosamu, dan menghapuskannya dari catatan amalmu, seakan-akan ia tidak pernah ada.

Karena itulah Rasulullah Saw memberikan nasihat kepada kita untuk memperbanyak doa ini:
(Allâhumma innaka ‘afuwwun karîm, tuhibbul ‘afwa fa’fu ’annâ)
(Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Memaafkan. Engkau menyukai pemaafan, maka maafkanlah (dosa-dosa) kami.)

-Syekh Ahmad Thayyib
Read More

Quote: Syekh Ramadhan al-Bouti

Ulama rabbani akan senantiasa berbicara tentang pentingnya ikhlas dalam setiap amal. Mereka akan menegaskan bahwasanya ikhlas adalah ruh yang harus berjalan dengan semua amal taqarrub kepada Allah. 

Jika ruh ini tidak ada, maka ibadah akan menjadi seperti hantu yang tak bernilai dan seperti puing-puing bangunan yang tak berharga.

-Syekh Ramadhan al-Bouti (1929-2013)
Read More

Kata 'Sayyidina' Adab Kita Menyebut Rasul

Salah satu adab kepada Nabi adalah membacakan kalimat "sayyidina" kepada beliau setiap kali nama beliau disebutkan. Beliau adalah tuan kita, pemberi syafaat kita dan tempat perlindungan kita di hari kebangkitan.

Kita bisa memahami hal itu karena Allah subhanahu wa ta'ala memanggil semua nabi dengan nama-nama mereka. Adapun Nabi Muhammad, Allah tidak memanggil dengan nama beliau saja, tetapi Dia berkata, "Wahai Nabi, dan Wahai Rasul.."

-Syekh Ali Jumah
Read More

Cinta Kita pada Baginda Rasul

Kecintaan kita terhadap Rasulullah seharusnya melebihi cinta kepada apa saja, termasuk cinta kita kepada diri kita sendiri.

Kita merayakan maulid Nabi adalah salah satu wujud cinta kita kepada beliau. Hal itu bukanlah berlebihan dalam beragama. 

Bagaimana disebut berlebihan, karena sungguh cinta kita belum mencapai titik terendah sekalipun?

Jika kita bershalawat sebanyak hembusan nafas kita, itu belum cukup jika dibandingkan dengan baginda yang mulia.

-Syekh Jamal Faruq
Read More

Perbedaan dalam Tubuh Umat

Seorang murid bertanya kepada Syekh Jamal Faruq,"Bagaimana pandangan Syekh terhadap perbedaan dalam tubuh umat Islam yang sering menjadikan pertikaian bahkan pertumpahan darah?"

Beliau menjawab,"Yang menjadikan pertikaian dan pertumpahan darah itu bukan perbedaannya, tetapi ambisi pribadi dan kepentingan politik."

-Mardi Hadi via Suara Al-Azhar
Read More

Nasionalisme pada Diri Rasul

Cinta Tanah Air atau nasionalisme itu fitrah manusia yang diperbolehkan oleh Islam. Nasionalisme termasuk elemen dasar bangunan masyarakat.

Makanya ketika Islam datang, Ia tidak melarang, justru memperbolehkan sebagai piranti membangun amal saleh dan sinergitas antar masyarakat, betappun beda suku.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah sebaik-baik contoh dan menjelaskan nasionalisme. Hal tersebut ketika beliau hendak meninggalkan Makah guna hijrah ke Madinah. Ketika keluar Makah, beliau membalikkan badan dan berkata, "engkau negeriku yang amat indah dan saya sangat mencintaimu, kalau saja umatku tidak mengusirku, aku tidak akan menempati negeri selain kamu,"

Kallimat tersebut sangat jelas menggambarkan kecintaan beliau atas Tanah Airnya.

-FB Dar Ifta' Mesir via Suara Al-Azhar
Read More

18 February 2015

Info Pengajian Umum & Sanadan Kitab

INFO PENGAJIAN UMUM & SANADAN KITAB BERSAMA:

1. Maulana Syekh Prof. DR. Yusri Rusydi Sayyid Gabr aL-Hasany, hafidhohullah.
2. Maulana Syaikh DR. Osama Sayyid al-Azhary, hafidhohullah.

Senin, 16 Februari 2015, bakda Ashar. Bertempat di Masjid Sayyidi Abdul-Wahhab 'Afifi, komplek pemakaman al-Mujawirin, depan Masyikhotul-Azhar. Kitab yang insya Allah akan dikaji: Sabatul-Imam al-Amir al-Kabir. Demikian dan terima kasih atas perhatiannya, semoga bermanfaat!
----

Undangan untuk umum, banin-banat.
Waffaqona Allahu Jami'an. Amin!
Read More

Kisah Syekh Abdul Halim Mahmud dan Presiden Anwar Sadat

Ketika Semenanjung Sinai dirampas oleh Israel pada tahun 1967 atas perang Sinai. Mesir berturut-turut mengalami kekalahan perang hingga pada puncaknya, Israel berhasil menduduki Terusan Suez. Tahun 1973, Presiden Anwar Sadat merencanakan mengambil alih kembali Terusan Suez dengan menyeberanginya meruntuhkan tembok Israel.

Namun Sadat belum mendapatkan momen tepat  untuk itu. Mengingat peralatan tempur lawan lebih tangguh. Kekuatan Mesir itu bangkit ketika mendapat kabar dari Syekh Abdul Halim Mahmud mengenai mimpi beliau bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang menyeberang Terusan Suez dan diikuti oleh bala tentara Mesir.

“segera ambil keputusan perang” kata Grand Syekh al-Azhar tersebut

“Bagaimana mungkin?”

“Karena kita akan menang”

“Apa alasannya?”

“Saya bermimpi melihat Rasulullah menyeberang Terusan Suez dan bala tentara kita berada dibelakangnya”

Anwar Sadat tidak ambil lama. Ia segera memutuskan untuk perang. Meski Ramadlan, pasukan tetap harus berpuasa dan bertakwa kepada Allah. Tepat di hari kesepuluh (10) Ramadlan, tembok pertahanan Israel runtuh dihantam kekuatan militer Mesir.

-Dr. Ahmad Umar Hasyim
Read More

Kisah Syair Burdah Syekh Umar Hasyim

Saat itu saya sedang ziarah ke Madinah, tepatnya di makam Rasulullah. Ketika saya keluar lewat pintu Jibril, ada suara salah seorang yang memanggilku dan ia mencoba berbicara kepadaku dan berceritera bahwa ia bermimpi bertemu Rasulullah dan beliau memberi kabar kepada orang tersebut bahwa saya akan menulis qashidah untuk beliau. Ia berbicara sungguh-sungguh. “Sumpah,” ucapnya untuk meyakinkanku

Kulanjutkan langkah serta membawa husnudzan kepada orang yang membawa kabar tadi. Hal senada terualang kembali, tepatnya saat saya tiba di Kairo. Saya bertemu dengan seseorang yang juga menceritakan mimpinya bertemu Rasulullah. Apa yang ia ceritakan kepadaku persis mimpi orang yang saya temui di Madinah. Yaitu, saya hendak menulis burdah untuk Rasulullah.

Dari mimpi orang yang berulang kali dan dengan mimpi yang sama tersebut. Saya membatin, “Sesuatu yang berulang-ulang, tidak memberi saya alasan kecuali saya memang harus menulis burdah seperti yang orang-orang ceritakan dari mimpinya itu,”

Read More

Mosque Studies: Masjid Sidna Hussein di Kafe Sufi

[Mission 2 Completed]
Mosque Studies; Sidna Hussein Mosque digelar di Kafe Sufi berumur 60 tahun milik salah satu tarekat di Mesir.

Diisi dengan sharing sejarah, di awal agenda sempat terhenti sebab mendapat dua tamu mahasiswa Fakultas Media Masa Al-Azhar yang meminta waktu untuk sesi wawancara.

Sharing dipimpin dengan 2 panelis:
1. Khalil Ma'shum
2. Mu'hid Rahman

Sebagai bonus, acara ditutup dengan meminta pengelola Kafe Sufi mengisahkan sejarah awal mula kafe unik ini.

Terima kasih untuk beliau dan semua Sahabat SarKub Mesir; yang tergabung dalam tim pemburu masjid. Sampai ketemu di masjid berikutnya!

Menyusul tarawih keliling pertama nanti malam; di Masjid Al-Ghuri. Join us!

Shollu ala Sidnannabi!
Read More

Mosque Studies: Masjid Qansuh al-Ghuri

[Mission 3 Completed]
Mosque Studies; Masjid Sultan Qansuh al-Ghuri; digelar di dalam masjid bakda tarawih disambut senyum mengembang dari dua imam Azhari yang telah baik hati memberi perpanjangan waktu khusus sebelum masjid ditutup.
Agenda dibawakan oleh Dede Suandi sebagai pembawa acara dan Miftah at-Tigholy sebagai pemateri.

BONUS destinasi kali ini:
[1.] Jalan-jalan menyusuri al-Muizz Li Dinilillah St. menyambangi tempat yang berhubungan dengan Masjid Ghuri.
[2.] Menikmati keindahan Qalawun Complex di malam hari.
[3.] Menyusuri areal Bayn Qashrayn.
[4.] Menyasau buah "Tin Shouki" (buah dari tanaman kaktus khas padang pasir)

Terima kasih untuk 2 imam Masjid Ghuri, para takmir, dan semua Sahabat SarKub Mesir yang terlibat. Sampai ketemu di masjid berikutnya!

Menyusul tarawih keliling berikutnya; di Masjid Fakahani. Join us!
Shollu ala Sidnannabi!
Read More

Mosque Studies: Masjid Fakahani

[Mission 4 Completed]
Mosque Studies; Masjid Fakahani; digelar di dalam masjid bakda tarawih.
Imam separuh baya dengan pakaian rapi menyambut-baik izin kami sampai-sampai beliau memberi pesan khusus pada salah satu takmir pemegang kunci agar memastikan kami seleluasa mungkin menyelesaikan Halaqah Studi Masjid.

Agenda dipandu oleh Siroj Hikam sebagai pembawa acara dan Miftah at-Tigholy sebagai pemateri sejarah.

BONUS destinasi kali ini:
[1.] Menyambangi Masjid Moayyad Syaikh.
[2.] Merasakan hiruk pikuk Pasar Ghuriyah di malam ramadhan.
[3.] Makan jagung bakar berjamaah di tepi jalan Komplek Ghuri.

Terima kasih untuk Imam Masjid Fakahani, Pak Mohammad Darwisy selaku takmir pemegang kunci, dan semua Sahabat SarKub Mesir yang terlibat. Sampai ketemu di masjid berikutnya!
Menyusul tarawih keliling berikutnya; di Masjid Shalih Thalai' dan Fathima Shaqra'. Join us!
Shollu ala Sidnannabi!
________________________
Catatan:
Guna menyingkat destinasi, Masjid Fathima Shaqra' akan digabung dengan Masjid Shalih Thala'i. smile emoticon

FOTO:
Pak Mohammad Darwisy yang baik hati, di samping kanan namun tidak terlihat dalam foto, ada ibu tua yang kemungkinan isteri atau putri tertuanya bersama Si Kecil Mohammad.

Si Kecil Mohammad sempat dimarahi oleh beliau berdua karena dikira ia yang membuat kami mengakhiri halaqah. Kami berterimakasih pada mereka sekaligus meluruskan bahwa Mohammad yang tadi membawa senyum kecil hanya ikut bergabung dan sama sekali bukan sebab kami beranjak.


Terima kasih dari kami; Pak Mohammad Darwisy!
Read More

Mosque Studies: Masjid Moayyad Syeikh - Zuwayla

[Mission 4 Completed] + [ALBUM di kolom komentar]
Mosque Studies; Masjid Fakahani; digelar di dalam masjid bakda tarawih.
Imam separuh baya dengan pakaian rapi menyambut-baik izin kami sampai-sampai beliau memberi pesan khusus pada salah satu takmir pemegang kunci agar memastikan kami seleluasa mungkin menyelesaikan Halaqah Studi Masjid.

Agenda dipandu oleh Siroj Hikam sebagai pembawa acara dan Miftah at-Tigholy sebagai pemateri sejarah.
BONUS destinasi kali ini:
[1.] Menyambangi Masjid Moayyad Syaikh.
[2.] Merasakan hiruk pikuk Pasar Ghuriyah di malam ramadhan.
[3.] Makan jagung bakar berjamaah di tepi jalan Komplek Ghuri.

Terima kasih untuk Imam Masjid Fakahani, Pak Mohammad Darwisy selaku takmir pemegang kunci, dan semua Sahabat SarKub Mesir yang terlibat. Sampai ketemu di masjid berikutnya!

Menyusul tarawih keliling berikutnya; di Masjid Shalih Thalai' dan Fathima Shaqra'. Join us!

Shollu ala Sidnannabi!
Read More

Mosque Studies: Masjid Shalih Thalai'

 [Mission 5 & 6 Completed]
Mosque Studies; Masjid Shalih Thalai'; digelar di dalam masjid bakda tarawih, sebagian sesi dilanjut di dekat Suq Khiyamiya.
Read More

Pintu Antik Masjid Moayyad Syeikh

Tahukah Anda?
Ukiran ini berisikan 'gading gajah' dan terhitung sebagai benda antik yang berharga mahal di pasar gelap yang penuh kolektor tak bertanggung-jawab.
Read More